Pramoedya Ananta Toer

People you should know: Pramoedya Ananta Toer.

Terlahir sebagai anak Sulung dalam keluarganya, dengan Ayah seorang Ayah dan ibu pedagang nasi. Ia lahir di Blora, Jawa Tengah, pada tanggak 6 Februari 1925, dan nama aslinya Pramoedya Ananta Mastoer. Belakangan, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama keluarganya, maka jadilah Mastoer menjadi Toer. Namun die labih sering dipanggil Pram.

Setelah dipenjara Belanda pada masa awal Kemerdekaan Indonesia, Pram berangkat ke Belanda sebagai bagian dari pertukaran Budaya. Setelah kembali dari Belanda, beliau menjadi kritikus permanen terhadap budaya dan pemerintahan Indonesia yang Jawa-sentris, serta membusuk dalam kekuasaan kapitalis.

Karyanya yang banyak mengkritik serta pandangan pro-Komunis Tiongkok mengirimnya ke pengasingan (penjara) dari Nusa Kambangan hingga Pulau Buru. Namun penjara tidak mengekang Pram untuk berhenti menulis. Bahkan, salah satu karya terbaiknya, tertalogi Buru, ditulis di kamp kerja paksa tahanan politik di Pulau Buru, Maluku. Tercatat bahwa Pram menghuni Pulau Buru selama setidaknya sepuluh tahun.

Setelah dibebaskan dari penjara pada akhir 1979, Pramoedya tetap dikenakan tahanan rumah, tahanan kota, dan tahanan negara, hingga wajib lapor satu kali seminggu ke kantor Kodim.

Pramoedya Ananta Toer wafat pada tanggal 30 April 2006 dalam usia 85 tahun. Sepanjang hidupnya, Pram telah menghasilkan lebih dari 50 karya yang telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa. Prestasi ini mencatatkan nama Pramoedya Ananta Toer sebagai salah satu pengarang produktif dan legendaris dalam sejarah sastra Indonesia.

Link: Page Pramoedya Ananta Toer di Facebook, 33.780 fans (04 mei 2009).

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options