Ke Bandung Lagi, setelah sekian lama

Tertinggal kereta, cerita lama.
Pagi pagi benar di awal agustus, saya membangunkan lisa, kawan lama yang tidak biasa bangun pagi. Hari itu tanggal 2 Agustus dan perjalanan ke bandung ini adalah setelah sekian lama absen dari kota kembang. Sudah begitu, rencananya naik kereta api. Iya, kereta api Argo Gede pula, yang terakhir kali kutumpangi sekitar 6-7 tahun yang lalu. Wow. Setelah menjemput lisa, taksi (mirip blue bird) meluncur ke gambir dan ternyata tiket Argo Gede sudah habis! Ya iya lah, itu hari Sabtu dan tanggal muda. Apalagi sejak tarif KA dipangkas habis karena kalah bersaing dengan travel. Maka penuhlah kereta.

Kereta berikutnya masih 2 jam lagi, sehingga diputuskan mencoba travel di Jl. Blora. Taksi meluncur lagi dan ternyata X-trans maupun Cipaganti hanya menyisakan daftar tunggu. X-trans di Kartika Candra juga tidak bisa menjanjikan apa-apa. Alternatif terakhir, bis dari Cawang. Nah, waktu itu ada teman mau nitip kiriman ke Bandung. Dia meluncur dari sunter ke cawang dengan sepeda motornya, tapi ternyata taksi kami lebih cepat dan dia baru tiba setelah bis Prima Jasa bergerak menuju tol.

Yah, naik bis Prima Jasa ke Bandung. Tidak ada yg istimewa sehingga sebagian besar waktu perjalanan dimaksimalkan untuk membayar sisa tidur pagi tadi. Hari masih pagi ketika tiba di bandung namun ternyata masalah dari kantor membuntutiku hingga ke bandung. Ada pertemuan mendadak siang itu di kantor tapi syukurlah saya sudah terlanjur tiba di bandung sehingga dengan senang hati saya delegasikan kehadiran di pertemuan :D

Dari Rumah Batik Komar hingga Roemah Kopi Dago
Dari terminal Leuwi Panjang, keliling bandung dimulai. Angkot kuning penuh sesak mengantarkan ke Terminal Kalapa (nama sunda dari Abdul Muis), dan dari sana tujuan ditentukan. Target pertama adalah menemukan tempat untuk ngeprint di sekitar Dago. Warnet di Sulanjana menjadi pilihan tepat pagi itu dan dilanjutkan ke Jl. Banda untuk menemui mantan dosen pembimbingnya lisa. Hanya beberapa menit di ruangan lisa muncul dengan raut muka sukses. Dia berhasil memperoleh rekomendasi si Dosen untuk mengajukan permohonan beasiswa. Namun sukses ini tidak berhasil menghalau rasa lapar yang ditahan sedari pagi. Beruntung, sarapan pagi tersedia di depan Jonas Photo, tidak jauh dari tempat si Dosen. Batagor dan Mie Bakso mengganjal perut untuk pertama kali hari itu. Brunch.

Perjalanan dimulai setelah bersantap. Perjalanan dalam arti sebenarnya, yaitu berjalan kaki. Memang hampir setiap kali kedua orang penggemar jalan kaki ini bertemu, aktivitas jalan kaki selalu dimaksimalkan. Lagian ini cerita settingnya di bandung, kota yang memang masih nyaman ditelusuri dengan jalan kaki. Lisa bermaksud membeli batik untuk sihadiahkan kepada seseorang. Jadi tujuan selanjutnya adalah sebuah toko batik di jalan Sumbawa. Namanya Rumah Batik Komar, batik tradisional dan kontemporer. Seperti biasa, namanya memilih pakaian batik sangat mengandakan keberuntungan. Tidak semua motif tersedia dalam semua model, apalagi semua ukuran, dan satu lagi: harga. Semuanya harus berpadanan secara harmonis barulah dapat dikatakan menemukan batik yang tepat. Setelah membolak-balik koleksi batik komar, akhirnya diputuskan membeli kain saja. Biar nanti dijahit sendiri supaya ukuran dan modelnya pas. Beruntung lagi, ada motif yang cocok dengan harga yang pantas. Pas.

Habis belanja batik, perjalanan (jalan kaki) diteruskan lagi. Penasaran dengan tempat nyantai beraroma kopi, kami sepakat mendatangi roemah kopi yang pernah saya temukan websitenya. Yang saya ingat adalah bahwa letaknya di Dago. Tapi persisnya dimana, itu masalahnya. Setidaknya 6 orang saya hubungi menanyakan perihal lokasi roemah kopi di Dago, namun tidak ada satupun yg bisa membantu. Tapi lisa berhasil menghubungi seorang teman yang tau roemah kopi. Petunjuknya juga mudah diikuti. "Naik Ojek dari Terminal Dago, 5000 saja" begitu katanya. Benar, di depan terminal, tukang ojek sudah sangat tau roemah kopi.

Nah sekarang tentang roemah kopi.
Letaknya memang cukup rumit untuk dideskripsikan, bahkan untuk diilustrasikan dengan google earth. Jadi kalau mau ke sana tetaplah menggunakan ojek. Roemah kopi dibangun di lahan dengan kontur miring, menghadap ke perbukitan dago yang terus digerus untuk pembangunan hunian orang berduit. Setidaknya ada 3 bangunan terpisah dalam kawasan Roemah Kopi yang semuanya menawarkan kedekatan dengan alam karena dindingnya yang terbuka atau bahkan tidak berdinding sama sekali. Pengunjung bebas memilih ngopi di setiap sudutnya. Disediakan juga balai-balai dan tempat tidur buat yang mau melepas penat atau yang gagal memaksimalkan efek kafein kopi yang diseruput. Roemah kopi memang menyuguhkan lebih dari sekadar kopi. Suasananya nyaman untuk menyepi dan mencari inspirasi. Saya dan lisa sepakat, tempat seperti ini cocok untuk kegiatan menulis. Iya, menulis. Apalagi di sini ternyata tersedia akses internet dengan WiFi walaupun berbayar. Sampai sore kami berbincang, gosip, canda, dan nostalgila di roemah kopi.

Berpisah di Simpang Dago
Hujan rintik-rintik sempat menunda kepulangan dari Roemah Kopi. Setelah gagal beberapa kali, telepon ke pool taksi akhirnya berhasil dan dijanjikan 1 jam lagi. Hah? Untunglah ada pengunjung lain yang datang dengan taksi, sehingga tanpa basa-basi langsung taksinya digunakan kembali. Dari sini saya perlu menemui seorang kawan lama sementara lisa akan ke rumah tantenya. Kali ini tujuan kami berbeda arah sehingga diputuskan untuk mengakhiri kebersamaan hari itu di simpang dago. Lisa segera menghilang terbawa angkot ke arah Cicaheum, dan saya kembali berjalan hingga menemukan rute angkot ke Ledeng.

jualan kartu perdana atau pulsa?
Di sebuah toko ber-branding XL, akhirnya saya berhasil menemukan sosok kawan lama, seorang dokter gigi yang memilih menjadi pebisnis. Kristison namanya, dan kami akhirnya bercerita banyak sore itu. Mulai dari gosip seputar teman-teman yang sudah menikah hingga prospek bisnis pulsa dan kartu perdana serta seluk-beluknya. Khristison yang telah menerima sejumlah pengakuan dari operator-operator GSM dan CDMA menegaskan, margin di bisnis kartu perdana bagaimanapun jauh lebih tinggi daripada bisnis pulsa atau voucher. Demikian pelajaran penting sore itu.

Kemudian kami mengingat-ingat lagi beberapa tahun yang lalu ketika saya dan Khris memulai bisnis idealis kecil-kecilan bersama dua orang kawan lainnya. Tahun 2003 dengan modal pinjaman sana-sini, bisnis anak mahasiswa itu menjadi tempat kami belajar. Dan kala itu, saya banyak memberikan pelajaran dan motivasi kepada Khristison. Tak disangka, keadaan ternyata berbalik lima tahun kemudian. Saya kini belajar dari beliau dan entah kapan bisa seperti beliau. Seperti guru belajar kepada mantan muridnya. Tapi itulah hidup, terkadang tangan di atas, lain waktu harus dengan rendah hati mengulurkan tangan dari bawah untuk dibantu.

Pulang dengan X-trans
Hujan deras yang akhirnya turun juga mengguyur Bandung sempat memunculkan rencana menunda kepulangan. Tapi segera cuaca membaik dan ternyata masih ada tempat duduk tersedia di X-Trans. Khristison mengantarku ke pool travel di Cihampelas dan menemani menunggu hingga mikrobis X-Trans membawaku pulang. Mikrobis X-trans, mobil penumpang yang merupakan hasil modifikasi kendaraan tipe elf yang sebenarnya dirancang untuk truk. Suspensi ala truk ini, dipadu dengan gelombang jalan beton di Cipularang benar-benar menyulitkan istirahat di perjalanan. Hanya karena kelelahan, akhirnya bisa tertidur juga dan baru tersadar beberapa langkah sebelum semanggi. Ke Jakarta aku t'lah kembali.

Alamat Pak Khristison dan Kontak Person nya

Salam,

Sebelum nya perkenalkan nama saya kotibi, saya tertarik dengan usaha isi pulsa ini, namun saya kesulitan menemukan distributor isi pulsa ini. bisakan Bapak memberitahukan alamat serta kontak person Pak Kristison karena saya ingin sekali berusaha isi pulsa. Atas informasi nya saya ucapkan terima kasih.

Regards

kotibi

Alamat Pak Khristison dan Kontak Person nya

alam,

Sebelum nya perkenalkan nama saya kotibi, saya tertarik dengan usaha isi pulsa ini, namun saya kesulitan menemukan distributor isi pulsa ini. bisakan Bapak memberitahukan alamat serta kontak person Pak Kristison karena saya ingin sekali berusaha isi pulsa. Atas informasi nya saya ucapkan terima kasih.

Regards

kotibi
hp 08176018836
e-mail :kotibi20@yahoo.com

kisah di balik cerita

jadi ini ceritanya di balik kejadian aku ngejar2 pak david waktu itu....

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options