Seorang teman yang mendaftarkan saya sebagai temannya di facebook ternyata punya motivasi yang sangat khusus untuk bergabung menjadi pengguna facebook. Ketika saya menyapanya melalui pesan instan dan mengucapkan selamat datang di facebook, beliau menguraikan kisah di balik alasannya bergabungnya di komunitas dunia maya yang sedang nge-trend itu.
Ceritanya begini.
Pada sebuah akhir pekan beliau bertandang dua hari ke rumah calon mertua, di sebuah kota di ########(1). Di sana tentunya bertemu dan bersosialisasi dengan sanak keluarga dari calon pendamping hidupnya. Nah, ketika itu salah satu dari keluarga calonnya menanyakan keanggotaan dan identitas beliau di facebook.
A: abisnya kemaren pas temu keluarga nya
A: yg ditanya face booknya apa
A: busyet dah
Mendapat pertanyaan semacam itu rupanya menggelitik bagi teman saya ini. Kebetulan dia belum mendaftar facebook. Apalagi yang bertanya adalah seorang yang lebih senior umurnya, yang lazimnya tidak lebih gaul dan update seputar teknologi.
Setelah kejadian itu, teman saya segera mendaftar di facebook. Selamat bergabung, kawan! Apapun alasannya, facebook tidak keberatan untuk setiap jiwa yang terpanggil untuk bergabung.
Keterangan:
(1) Nama kota tidak disebutkan demi melindungi identitas nara sumber.
2009 baru join
2009 baru join facebook!!
...f*hmi banget...
Ooo ternyata ...
Oooo ternyata ini kisah nyata milik f*#mi toh...
anonymous
Wah, sedikit meluruskan aja, bukan f*#$i tapi seseorang yg lain.
Sebaiknya dijaga tetap anonymous, hehehe.
Oh saya kira kalo ke rumah
Oh saya kira kalo ke rumah calon mertua yang ditanya duluan adalah NPWP. Kebetulan saya malah punya double. hehehe
ahhhhh...
Critanya nyinggung buangetttt he..he..he..
maklum lah. sama gaptek nya dgn yg dicritain :-D
makanya . . .
makanya bikin facebook sebelum ditanyain.
Post new comment