dalam bukunya Dipanggil untuk Mencinta, Anthony de Mello, SJ memberikan pencerahan-pencerahan tentang cinta, tentang mencintai, dan tentang dicintai. Salah satu yang berbeda dari kebanyakan teori tentang cinta yang diketahui orang kutemukan kembali malam ini, setelah terbangun karena teror telepon dari nomor yang tidak kukenal.
Berikut penggalan-penggalan tulisannya dalam sebuah bab, "Tiada Tempat".
Manakah yang akan anda pilih, berada dengan seorang teman dalam penjara atau berada di alam bebas sendirian?
Katakan pada orang itu, "Aku membiarkan kamu bebas menjadi dirimu sendiri, berpikir menurut pikiranmu, menuruti seleramu, mengikuti dorongan hatimu, bertindak dengan cara apapun yang kamu sukai."
Saat mengatakan itu, anda akan mempelajari satu dari dua hal ini.
Pertama, hati anda akan menentang kata-kata itu dan anda akan dicecer agar tetap percaya bahwa anda memang orang yang suka mengikat dan mengeksploitasi. Inilah saatnya untuk menguji keyakinan palsu, bahwa tanpa orang ini anda tidak dapat hidup bahagia
Kedua, hati anda menyuarakan kata-kata itu dengan tulus dan saat itu juga semua kekangan, manipulasi, eksploitasi, dominasi, dan rasa iri akan hilang. "Aku membiarkan kamu bebas menjadi dirimu sendiri, berpikir menurut pikiranmu, menuruti seleramu, mengikuti dorongan hatimu, bertindak dengan cara apapun yang kamu sukai."
Dengan mengikat, yang anda berikan pada orang lain bukan cinta, melainkan rantai yang hanya akan mengikat anda berdua. Cinta hanya dapat tumbuh dalam kebebasan.
Post new comment