Dalam salah satu kisah Narnia: "The Lion, The Witch and The Wardrobe" CS Lewis menggambarkan tentang sebuah dunia dimana binatang dapat berbicara, pohon dapat berpikir dan bertindak, centaur, serta orang-orang kerdil semacam kurcaci. Suatu negeri damai dan makmur, mungkin seperti tanah berlimpah susu dan madu. Namun kedamaian negeri Narnia menjadi hilang ketika seorang wanita penyihir yang jahat menguasai negeri itu, membekukan makhluk-makhluk dengan sihirnya, dan menjadikan musim salju berkepanjangan di negeri itu. Nama penyihir itu adalah Jadis.
Dalam keadaan seperti itulah negeri para Narnia ditemukan oleh empat orang anak kecil (Peter, Susan, Edmund, dan Lucy) yang masuk ke negeri itu secara tidak sengaja melalui lorong di balik sebuah lemari tua. Dan sebagaimana sudah dinubuatkan di Narnia, keempat anak Adam itulah yang akan memimpin mereka dan memerintah dalam kedamaian.
Dengan petunjuk singa dari Narnia (Lion of Narnia) bernama Ashlan, perang melawan kekuatan penyihir dan pasukannya segera akan berlangsung. Satu masalah terjadi karena Edmund, seorang dari keempat anak itu terbujuk rayuan Jadis, si perempuan penyihir jahat. Hanya demi kekuasaan dan permen yang tidak habis-habisnya, yang dijanjikan dengan ucapan-ucapan lembut sang Jadis, dia berjanji untuk menyerahkan saudara-saudaranya.
Ketika kemudian dia menyadari kesalahannya dan lolos dari upaya pembunuhan oleh Jadis, satu tuntutan tidak dapat dihindari. Tuntutan penghukuman atas orang-orang yang telah berkhianat: dibunuh di atas meja batu. )Meja batu adalah simbol perjanjian dan penegakan hukum) Tidak ada alasan yang dapat menyelamatkannya, pun Ashlan, singa dari Narnia setuju, penghukuman tetap harus dilakukan demi tegaknya keadilan.
Namun Ashlan tetap mengasihi mereka semua, termasuk Edmund. Dia tidak membiarkan Edmund tidak berdaya, maka dia menemui Jadis dan menawarkan dirinya untuk dieksekusi sebagai ganti Edmund. Terbayang akan kematian Ashlan, musuh utamanya, Jadis menerima tawaran itu. Dan terjadilah bahwa Ashlan ditangkap, dihina, diolok-olok dan dipermalukan dengan berbagai cara hingga akhirnya dieksekusi di atas meja batu.
Setelah lewat hari kematian Ashlan, semua penghuni narnia, kecuali Jadis dan pengikutnya, tidak punya harapan lagi. Andalan mereka hanya Ashlan namun kini sudah mati. Anak-anak Adam itu mendatangi meja batu dan menemukannya sudah retak, pecah.
Pada akhirnya Ashlan muncul kembali dan dia hidup. Meja batu, tempat penghukuman itu pecah karena tidak sepatutnya orang yang tidak bersalah dihukum di sana. Dengan demikian, Edmund hidup dan bebas dari tuntutan penghukuman, diganti dan ditebus oleh kematian Ashlan. Ashlan juga hidup karena dia sesungguhnya tidak bersalah.
Adapun Jadis, kekuatan sihirnya menjadi sirna dan akhirnya kalah. Keempat keturunan Adam itu dinobatkan menjadi penguasa Narnia. Sementara Ashlan, dia kembali ke tempat dimana dia seharusnya berada. Dia telah menggenapi panggilannya, dan kini dia dimuliakan.
Demikianlah keadilan diwujudkan dengan kasih.
#ditulis pada hari peringatan kematian Isa Almasih, menggantikan manusia menanggung penghukuman atas dosa-dosanya.
Film Tanah Air Beta (2010)
Narnia
Selamat memperingati Paskah.
Narnia bagus ya filmnya, masih menunggu 5 seri lagi nih.
wahh NARNIA enmang Film yang
wahh NARNIA enmang Film yang paling bagus buat aku!!! ceritanya juga baguss.... ^_^
Narnia ajah sudah sampa very
Narnia ajah sudah sampa very 3,,, wah tinggal tunggu veri 4 dan 5 yah...
Post new comment