Ada Apa dengan Kompas Koki


Nasib KOKI (Kompas Kita, Komunitas Kita) sebuah rubrik citizen journalism yang beralamat di community.kompas.com kini harus berakhir di tangan manajemen kompas.com. Padahal rubrik ini telah turut membangun Kompas.com[1] selama tiga tahun terakhir.

Alasan yang dimumkan pada awalnya adalah integrasi sistem, termasuk efisiensi pengelolaan dan pengembangan. Hal ini terjadi karena Kompas.com kini juga mempunyai portal user-generated content lainnya yaitu Kompasiana.com. Padahal, jika ditelusuri kembali dari pengumuman-pengumuman dan penjelasan yang diberikan kemudian melalui forum kompas, Kompasiana dibangun pada Oktober 2008 karena ada ketidakcocokan antara managemen kompas.com dan managemen KOKI. Berikut kutipan jawaban managemen kompas:

"Keputusan menutup KoKi sama sekali bukan keputusan yang kami ambil dengan senang hati. Kontribusi tulisan di KoKi telah menjadi keunikan dan kekayaan sendiri untuk KOMPAS.com selama 3 tahun terakhir. Bahkan ada beberapa tulisan di KoKi yang pernah diangkat dan dimuat di Harian Kompas. Itu salah satu bukti nyata bentuk kepercayaan dan apresiasi terhadap KoKi.

Namun perbedaan pandangan dan komunikasi yang sangat lemah dengan pengelola KoKi berujung pada kebuntuan. Pada akhirnya perbedaan tersebut semakin terakumulasi dan kami harus mengambil pilihan ini. Bagaimanapun juga hubungan perusahaan dan karyawan, dalam hal ini pengelola dan penanggung jawab KoKi, adalah jelas aturannya. Tidak etis rasanya bila kami harus menjelaskan secara detail mengenai perbedaan pandangan dan kurangnya komunikasi tersebut untuk konsumsi publik. Ada faktor lain penyebab penutupan ini yang sebaiknya tidak dijelaskan untuk kebaikan pengelola KoKi dan KOMPAS.com. Sangat disayangkan, karena akhirnya KoKi dan KoKiers yang terkena dampaknya."
Forum Kompas

Penutupan rubrik KOKI telah diumumkan di portal KOKI. Dan tentang pengumuman ini, manajemen kompas.com lagi-lagi mengomentari:

"Kami menyayangkan publikasi pengumuman ini yang tidak melalui ijin dari manajemen KOMPAS.com. Ini adalah lagi-lagi bentuk indisipliner dari pengelola KoKi yang sering bertindak tanpa koordinasi, dan mendahului kebijakan manajemen serta mempublikasikan hal-hal yang bersifat internal di publik.

Keputusan menghentikan KoKi tidaklah semata-mata karena adanya Kompasiana. Efisiensi dan strategi pengembangan merupakan faktor utama diambilnya keputusan tersebut. Seperti tercantum di terms of use (http://www.kompas.com/terms.php), KOMPAS.com dalam hal ini PT. Kompas Cyber Media berhak untuk tidak meneruskan atau mengubah layanan atau fitur sewaktu-waktu.

...
Kompasiana tidak ingin mengambil alih apapun dari KoKi dan tidak bisa memaksa bila rekan-rekan KoKiers tidak ingin berkontribusi di Kompasiana. Kami juga tidak mungkin melarang rekan-rekan KoKiers bila ingin membuat komunitas baru atau bergabung di website lain, selama komunitas tersebut tidak menggunakan atau mengandung nama KOMPAS."
Forum Kompas

Kalau disimak sejumlah klarifikasi seputar ditutupnya KOKI, sepertinya ada perseteruan panjang antara tim yang mengelola KOKI ini dengan managemen KOMPAS.com. Dan ujung-ujungnya, konsumen jugalah yang dirugikan. KOKIers, demikian mereka menyebutnya, adalah yang paling dirugikan. Sebuah Forum khusus KOKI di forum kompas, juga ikut dibantai bersamaan dengan ditutupnya KOKI.

Beginikah akhirnya kalau "user-generated content" jika dikelola oleh media mainstream?

[1] Kompas.com sebelumnya bernama Kompas Cyber media (KCM)

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options