terorisme

Terorisme itu bagian dari kita

Hampir setiap kali ada teroris atau pelaku terorisme yang tertangkap atau tewas entah dalam penyergapan atau sebagai pelaku bom bunuh diri, keluarga dan orang dekatnya selalu mengatakan tidak percaya. Rupanya sulit mengakui bahwa terorisme bisa menggerogoti lingkungan kita, keluarga kita, bahkan keyakinan kita.

Inilah hal yang paling sulit, memperbaiki masyarakat yang tidak merasa ada yang perlu diperbaiki. Kelemahan utama manusia adalah tidak mengakui kelemahannya.

*Hanya sebuah refleksi pada hari-hari penyergapan gembong teroris di Temanggung dan Jati Asih*

Budi, teruslah bermain bola

Sekadar semangat tambahan buat si Budi agar terus bermain bola. Seperti film Garuda di dadaku, teruslah semangat.

iklan three, budi teruslah bermain bola

Laporan dari Mega Kuningan - pada hari serangan teroris

Jumat, 17 Juli 2009, Hotel JW Marriott Jakarta dan The Ritz-Carlton Jakarta, diguncang bom bunuh diri.

Dua hotel dengan pemilik yang sama, berlokasi di kawasan yang sama di Mega Kuningan, bahkan terhubung satu sama lain melalui terowongan bawah tanah, ternyata bernasib sama.

Tak bisa banyak bicara. Juga tidak ingin ikut-ikutan berspekulasi dan menebar teror dan kecemasan baru lewat blog ini. Hanya ingin berbagi keprihatinan. Semoga foto-foto yang dijepret seadanya dari TKP ini membuka mata hati kita.

Syndicate content