Sang Alkemis (The Alchemist)

Judul Buku: Sang Alkemis
( The Alchemist , Bahasa Portugis: O Alquimista )

Sebuah kisah tentang petualangan dan perjuangan seorang bocah menemukan dirinya, jalan hidup, dan takdir. Kisah diawali dengan deskripsi mendetail tentang kehidupan, pemikiran, dan obsesi si bocah gembala di Andalusia, Spanyol . Ketika mendekati saat dan tempat pengguntingan bulu domba dimana sekaligus gadis pujaannya berada, sebuah penglihatan dalam mimpi di sebuah gereja rusak menuntunnya menjual domba-dombanya, lalu membelokkan perjalanannya menyeberangi Selat Gibraltar dan tiba di Tangier, Maroko . Ia ingin menemukan piramida, karena di sanalah hartanya berada.

Di Tangier, uangnya dicuri dan memaksa si bocah tinggal bersama seorang penjual kristal sembari mengumpulkan uang untuk membeli domba kembali menjadi gembala. Ia hampir melupakan mimpinya, namun ketika uangnya terkumpul, ia ikut bersama rombongan kafilah menembus gurun hingga akhirnya tinggal terjebak di sebuah oasis karena perang antar suku.

Di Oasis yang indah, ia menemukan dan mengerti bahasa yang dipahami oleh setiap orang di bumi dengan hati mereka. Cinta. Ia menemukannya pada seorang bernama Fatimah, yang menatapnya dengan mata hitam, dan dengan bibir yang bersikap antara tertawa dan diam.

Pergaulan lebih lanjut di oasis mengantarnya kepada Sang Alkemis, seorang yang mengerti tentang ...., dan yang mengantarkannya ke mimpinya, Piramida. Ketika akhirnya Sang Alkemis bersedia mengantarkannya ke Piramida, ia harus meninggalkan Cintanya. Ia, tentu saja dapat memilih tetap tinggal dan hidup bahagia bersama Fatima, namun perkataan Sang Alkemis membangunkannya: "Kau hendaknya tau bahwa cinta tidak pernah menahan seorang lelaki untuk mencari Legenda Pribadinya. Bila dia mengabaikan pencarian itu, itu karena ia bukanlah cinta sejati... cinta yang berbicara dengan bahasa buana."

Adapun Fatima, seorang perempuan gurun yang tahu benar arti menunggu dan bersuami. Perempuan gurun memahami arti memiliki dengan cara yang sama sekali berbeda: "Gurun mengambil pada lelaki kami dari kami, dan mereka tidak selalu kembali. Kami tau itu dan kami terbiasa dengannya. Mereka yang tidak kembali menjadi bagian dari awan, ... mereka menjadi jiwa buana."

Sebelum meninggalkan oasis, si bocah berkata menemui Fatima. "Aku mau pergi, dan aku ingin kamu tahu bahwa aku akan kembali. Aku mencintaimu karena . . . ." Fatima menyela"Jangan berkata Apapun. Seseorang dicintai karena ia dicintai. Tidak perlu ada alasan untuk mencintai."

Perjalanan berlanjut dengan taruhan hidup mati, namun akhirnya ia tiba di Piramida. Ketika sedang menggali dan sedikit lagi menemukan hartanya, beberapa orang menemukannya lalu merampas emas pemberian Sang Alkemis. Dalam keadaan tidak berdaya dan nyaris mati, ia mengakui sedang menggali harta dari mimpinya. Namun, seorang dari mereka menertawakan sambil menceritakan bahwa diapun bermimpi ada harta di sebuah gereja rusak di Spanyol, tempat gembala-gembala tidur bersama domba-dombanya. Ya, di tempat si bocah bermimpi.

hehehe, kamu juga udah baca

hehehe, kamu juga udah baca buku ini ya
David, gara2 baca buku ini aku jadi pengen kerja di kapal pesiar someday, supaya bisa keliling dunia gretongan hahaha

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options