Hidup, Mati, dan Cinta

Sebuah Puisi Cinta, harta karun Soe Hok-Gie.
Ditulis kembali dari buku Soe Hok-Gie, Sekali lagi.


Ada orang yang menghabiskah waktunya berziarah ke Mekah,
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.

Tapi aku ingin habiskan waktu di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandalawangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Jepang,
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.

Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya,
Tentang tujuan hidup yang tak satupun setan yang tahu.

Mari sini sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak 'kan pernah kehilangan apa-apa.

Selasa, 11 November 1969
-Soe Hok-Gie

Nais lah.... kadang2 cowo

Nais lah....

kadang2 cowo sastra itu lebih ok ya daripada cowo teknik :p

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options